Rabu, 17 Juni 2015

Tour Pulau Bali

     Selama tiga hari, suami dan saya mengikuti Tour Bali dalam acara Unforgettable Customer's Gathering pada tanggal 13 hingga 15 Juni 2015, tepatnya hari Sabtu hingga Senin. Acara ini diadakan oleh PT Dirgaputra Ekapratama, tempat dimana suami saya bekerja sebagai Sales. Karena dalam penjualan, suami mampu mencapai target maka saya bisa ikut acara ini. Dan kabarnya, suami saya adalah satu-satunya yang berhasil membawa istri ikut serta dalam acara Tour Bali. Saya akui bahwa hal ini cukup membanggakan.

     Bisa mengajak istri ke Bali adalah suatu kebanggaan bagi suami saya. Tetapi lain halnya dengan saya, karena saya tidak begitu tertarik ikut acara ini. Dan saya pikir bahwa lebih baik saya tidak ikut acara Tour Bali dan lebih memilih di tinggal rumah. Tidak ada gunanya saya ikut acara seperti ini. Dalam acara tersebut waktu hanya dihabiskan untuk jalan-jalan seorang diri, lihat-lihat pemandangan dan ditambah lagi acara berbelanja. Karena dalam acara ini, suami disibukkan dengan pekerjaanya sebagai sales yang diharuskan selalu bersedia untuk melayani para customer.

     Meski begitu ada beberapa hal yang bisa diambil positifnya. Salah satunya saya menjadi sedikit tahu bagaimana hubungan antara sales dan customer beserta bagaimana membina hubungan baik dengan customer. Dan ada hal lain yang menarik yakni adalah pusat souvenir di Khrisna. Disini terdapat berbagai macam souvenir dan makanan. Tapi yang paling me narik adalah macam-macam souvenir. Souvenir hasil buatan manusia dengan berbagai macam bentuk. Dari sekian banyak souvenir yang dijual, saya hanya memilih tas bermotif Bali. 

     Selain tentang souvenir di Khrisna, ada tempat kunjungan wisata terakhir yakni patung Garuda Wisnu Kencana yang sama sekali belum selesai. Kondisinya masih sama saat saya tour ke Bali ketika saya masih kuliah dulu. Kondisi hampir sama. Jika dilihat dari kondisi di GWK, ini bukan sesuatu yang mudah seperti membangun sebuah gedung. Dan sudah pasti untuk menyelesaikan proyek ini butuh waktu lama dan tidak sembarang orang untuk mengerjakan proyek ini. Orang-orang yang mengerjakan seperti ini sudah pasti adalah para seniman terbaik dan diakui. Dan menurut penuturan orang Bali, target penyelesaian proyek ini adalah tahun 2020 dan akan menjadi patung tertinggi dan bahkan lebih tinggi dari patung liberty. Mendengar itu, saya berharap patung GWK ini bisa terwujud.  

Rabu, 23 Januari 2013

Saya adalah Orang Indonesia

Suatu ungkapan penghargaan dan rasa kebangsaan yang cukup tinggi serta bangga terhadap bangsa sendiri patut dihargai dan di contoh oleh suluruh kalangan bangsa indonesia. Ungkapan ini saya dengar dari seorang motivator termuda di Indonesia yang masih berusia 18 tahun melalui acara talk show, yakni HITAM PUTIH, di salah satu siaran televisi swasta yaitu Trans 7. Acara tersebut di pandu oleh Dedy Cobuzier, seorang pemain sulap kenamaan. Motivator termuda bernama Hartadinata Harianto motivator termuda MURI IPK 4.00 di Brad High School Early College, New York.

Ketika ditanya mengapa mau kembali ke Indonesia setelah selesai kuliahnya di New York, Harta menjawad dengan tegas bahwa dia orang Indonesia, I love Indonesia. Dan saat ditanya alasannya, dia hanya menjawab bahwa dia ingin melakukan improvment dan membantu Indonesia. Sebuah pernyataan yang cukup menyentuh rasa kebangsaan kita sebagai warga Bangsa Indonesia dari seorang motivator termuda yang meraih IPK tertinggi di New York, Amerika Serikat. Dan hendaknya sikap motivator muda ini bisa menjadi panutan sekaligus contoh bagi orang-orang Indonesia yang masih berada di luar negeri.

Dalam acara tersebut juga ada seorang aktris film yakni Maudy Ayunda turut hadir dan di wawancarai oleh Dedy Cobuzier. Aktris ini juga masih mengenyam pendidikan di luar negeri. Ketika di tanya hal yang sama seperti Harta, Maudy juga menjawab dia akan kembali ke Indonesia dan ingin melakukan improvment dan membantu bangsa Indonesia.

Baru-baru ini berdasarkan surat harian kompas menyatakan bahwa perekonomian Indonesia terkuat nomer dua di seluruh dunia setelah China sepanjang tahun 2012 ini. Hal ini dinyatakan oleh menteri keuangan. Berita ini boleh membuat kita berbangga hati terhadap bangsa sendiri. Dan diharapkan kondisi ini dapat terus bertahan di tahun 2013 ini. Apalagi di tahun 2013 ini, suhu politik akan semakin memanas, karena menjelang pemilu sekaligus pilpres di tahun 2014. Satu hal yang menjadi pertanyaan buat saya adalah hal-hal apa yang bisa kita perbuat sebagai bangsa Indonesia supaya perekonomian bangsa ini bisa terus bertahan.

Sikap kebangsaan ini hendaknya juga bisa menjadi bagian kehidupan sehari-hari. Salah satu contoh kecil adalah memakai produk-produk dalam negeri. Selain itu juga tidak membanggakan negara orang lain. Sikap membanggakan negara orang lain saya rasakan di tempat saya bekerja. Hal ini terlihat dari pembicaraan yang intinya membandingkan antara Indonesia dengan luar negeri. Hal ini menunjukan suatu sikap ketidak percayaan terhadap kemampuan dan kekuatan negara sendiri. Dan ini cukup membuat telinga saya panas.
Dan jika mendengar dari cerita-cerita dan berita orang yang pernah ke luar negeri, katanya rasa kebangsaan dan bela bangsa justru timbul saat kita berada di negeri orang. Meskipun saya belum pernah merasakan tinggal di luar negeri. Jika ada kesempatan saya ingin merasakan bagaimana rasanya tinggal diluar negeri. Tapi bukan maksud saya ingin menetap tinggal di luar negeri, saya hanya ingin tahu bagaimana budaya di negeri orang sekaligus apa pandangan orang luar negeri tentang Indonesia.

Melihat situasi dalam negeri sekarang ini, bagaimana membiasakan bangga terhadap bangsa sendiri, jika orang Indonesia masih ada yang rela bekerja di luar negeri dengan menjadi TKW ataupun TKI. Meskipun sudah banyak berita-berita penyiksaan terhadap para TKW ataupun TKI. Untuk masalah ini, sikap bangga terhadap bangsa Indonesia mustinya juga diwujudkan dengan tindakan dan usaha menciptakan lapangan kerja sendiri yakni dengan berwirausaha. Dengan demikian ungkapan tersebut di atas terwujud dalam berkarya agar ungkapan tersebut di atas jangan sampai menjadi untaian kata-kata kosong. Suatu ungkapan penghargaan dan rasa kebangsaan yang cukup tinggi serta bangga terhadap bangsa sendiri patut dihargai dan di contoh oleh suluruh kalangan bangsa indonesia. Ungkapan ini saya dengar dari seorang motivator termuda di Indonesia yang masih berusia 18 tahun melalui acara talk show, yakni HITAM PUTIH, di salah satu siaran televisi swasta yaitu Trans 7. Acara tersebut di pandu oleh Dedy Cobuzier, seorang pemain sulap kenamaan. Motivator termuda bernama Hartadinata Harianto motivator termuda MURI IPK 4.00 di Brad High School Early College, New York.

Ketika ditanya mengapa mau kembali ke Indonesia setelah selesai kuliahnya di New York, Harta menjawad dengan tegas bahwa dia orang Indonesia, I love Indonesia. Dan saat ditanya alasannya, dia hanya menjawab bahwa dia ingin melakukan improvment dan membantu Indonesia. Sebuah pernyataan yang cukup menyentuh rasa kebangsaan kita sebagai warga Bangsa Indonesia dari seorang motivator termuda yang meraih IPK tertinggi di New York, Amerika Serikat. Dan hendaknya sikap motivator muda ini bisa menjadi panutan sekaligus contoh bagi orang-orang Indonesia yang masih berada di luar negeri.

Dalam acara tersebut juga ada seorang aktris film yakni Maudy Ayunda turut hadir dan di wawancarai oleh Dedy Cobuzier. Aktris ini juga masih mengenyam pendidikan di luar negeri. Ketika di tanya hal yang sama seperti Harta, Maudy juga menjawab dia akan kembali ke Indonesia dan ingin melakukan improvment dan membantu bangsa Indonesia.

Baru-baru ini berdasarkan surat harian kompas menyatakan bahwa perekonomian Indonesia terkuat nomer dua di seluruh dunia setelah China sepanjang tahun 2012 ini. Hal ini dinyatakan oleh menteri keuangan. Berita ini boleh membuat kita berbangga hati terhadap bangsa sendiri. Dan diharapkan kondisi ini dapat terus bertahan di tahun 2013 ini. Apalagi di tahun 2013 ini, suhu politik akan semakin memanas, karena menjelang pemilu sekaligus pilpres di tahun 2014. Satu hal yang menjadi pertanyaan buat saya adalah hal-hal apa yang bisa kita perbuat sebagai bangsa Indonesia supaya perekonomian bangsa ini bisa terus bertahan.

Sikap kebangsaan ini hendaknya juga bisa menjadi bagian kehidupan sehari-hari. Salah satu contoh kecil adalah memakai produk-produk dalam negeri. Selain itu juga tidak membanggakan negara orang lain. Sikap membanggakan negara orang lain saya rasakan di tempat saya bekerja. Hal ini terlihat dari pembicaraan yang intinya membandingkan antara Indonesia dengan luar negeri. Hal ini menunjukan suatu sikap ketidak percayaan terhadap kemampuan dan kekuatan negara sendiri. Dan ini cukup membuat telinga saya panas.
Dan jika mendengar dari cerita-cerita dan berita orang yang pernah ke luar negeri, katanya rasa kebangsaan dan bela bangsa justru timbul saat kita berada di negeri orang. Meskipun saya belum pernah merasakan tinggal di luar negeri. Jika ada kesempatan saya ingin merasakan bagaimana rasanya tinggal diluar negeri. Tapi bukan maksud saya ingin menetap tinggal di luar negeri, saya hanya ingin tahu bagaimana budaya di negeri orang sekaligus apa pandangan orang luar negeri tentang Indonesia.

Melihat situasi dalam negeri sekarang ini, bagaimana membiasakan bangga terhadap bangsa sendiri, jika orang Indonesia masih ada yang rela bekerja di luar negeri dengan menjadi TKW ataupun TKI. Meskipun sudah banyak berita-berita penyiksaan terhadap para TKW ataupun TKI. Untuk masalah ini, sikap bangga terhadap bangsa Indonesia mustinya juga diwujudkan dengan tindakan dan usaha menciptakan lapangan kerja sendiri yakni dengan berwirausaha. Dengan demikian ungkapan tersebut di atas terwujud dalam berkarya agar ungkapan tersebut di atas jangan sampai menjadi untaian kata-kata kosong.

Jumat, 04 Januari 2013

Akses ke Pulau Pramuka Melalui Tanjung Pasir

Beberapa waktu yang lalu, saya telah menceritakan tentang Pulau Pramuka bahwa saya mendapat kesempatan pergi ke Pulau Pramuka dari tempat kerja mas Adhi (suamiku), PT. Asiaparts Indotech. Saya dan suami pergi ke Pulau Pramuka bersama rombongan karyawan dan karyawati PT. Asiapart Indotech. Dan rencana berangkat ke Pulau Pramuka akan dilakuka pada hari Sabtu, tanggal 22 Desember 2012. Perjalanan ke Pulau Pramuka ditempuh melalui perjalanan laut.  Kami berangkat kesana dengan naik kapal dari Muara Angke, Pluit, Jakarta Utara. Perjalanan yang ditempuh dari Muara Angke ke Pulau tersebut memakan waktu 4 (empat) jam. Waktu yang relatif cukup lama untuk sampai ke Pulau tersebut. Perjalanan 4 jam, waktu yang cukup jika saya melakukan perjalanan dari Tangerang ke Bandung dengan naik bis lewat tol cipularang. Dan kami pulang pada hari berikutnya, yakni hari Minggu tanggal 23 Desember 2012.

Beberapa hari berikutnya, ketika saya masuk kerja, yakni di U Residence Karawaci, teman-teman saya juga berencana akan pergi ke Pulau Pramuka. Rencananya akan berangkat pada hari minggu. Mereka berencana akan naik kapal dari Pantai Tanjung Pasir. Mereka mengatakan jika naik kapal dari Pantai Tanjung Pasir hanya memerlukan waktu 30 menit untuk sampai ke Pulau Pramuka. Untuk naik kapal dari Pantai Tanjung Pasir hanya dikenakan tarif sebesar Rp. 30.000,-. Ini benar-benar relatif murah dan hemat waktu. Sangat jauh berbeda jika dibandingkan dengan naik kapal dari Muara Angke ke Pulau Pramuka. Dan sudah barang tentu tarifnya juga akan jauh berbeda. Lagipula jarak antara pantai tanjung pasir dan rumahku tidak terlalu jauh.

Pada hari Selasa tanggal satu bulan januari bertepatan dengan Tahun Baru 2013, saya dan mas Adhi berencana akan jalan-jalan ke Pantai Tanjung Pasir sekalian mampir ketempat keponakan mas Adhi yang kerja di Tangerang. Nama keponakan mas Adhi adalah Novi. Awalnya saya senang sekali karena kami akan pergi jalan-jalan ke Pantai Tanjung Pasir. Namun sayang rencana kami mendadak batal, karena cuaca tidaklah mendukung kami. Cuaca pada hari itu mendung pertanda bahwa akan datang hujan. Jelas bahwa saya kecewa saat itu. Lain dengan mas Adhi, justru suamiku malah tenang-tenang saja. Pantas kalau dia tidak kecewa, karena tujuan pergi ke Pantai Tanjung Pasir hanya untuk menuruti kemauanku. Kendati rencana kami batal, saya berharap saya dan mas Adhi bisa punya waktu luang untuk jalan-jalan ke Pantai Tanjung Pasir.

Sebenarnya saya tidak terlalu ambisi untuk pergi jalan-jalan ke Pantai Tanjung Pasir. Saya hanya penasaran dengan Pantai Tanjung Pasir, karena rumah saya dengan tanjung pasir termasuk dekat. Dan baru saja saya baca di detik.com, presiden juga menyempatkan melakukan kunjungan di Pantai Tanjung Pasir. Dan baru saya ketahui kalau Daerah Tanjung Pasir adalah daerah para Nelayan. Saya kira daerah ini adalah daerah pantai yang tidak ada nelayan. Ternyata setelah saya baca di situs tersebut, perkiraan saya salah.

Kembali ke pokok permasalahan, mengenai perjalanan wisata ke Pulau Pramuka melalui Tanjung Pasir. Ketika saya menceritakan bahwa kalau ke Pulau Pramuka lebih dekat dan murah melalui Tanjung Pasir ke suami ternyata suami saya baru mengetahui hal ini. Jika dibandingkan naik dari Muara Angke jelas lebih mahal, karena disana harus membayar biaya parkir sebesar Rp. 50.000,- per bis. Karena kami berangkat menggunakan 2 (dua) bis, jadi harga keseluruhan untuk total parkir adalah Rp 100.000,-. Harga parkir yang relatif cukup mahal. Jika di bandingkan dengan berangkat dari Tanjung Pasir, mungkin perhitungan harga akan jauh lebih murah.

Namun mengenai masalah harga, tidaklah menjadi masalah pada akhirnya. Karena itu semua terbayarkan dengan kepuasan dan kegembiraan kami ketika berlibur dan menikmati Pulau Pramuka dan jalan-jalan ke Pulau lainnya selain Pulau Pramuka.

Selasa, 01 Januari 2013

Arisan Duta Asri 2 Residence

Minggu, 3 Desember 2012, untuk pertama kalinya Perumahan Duta Asri 2 Resindence blok c mengadakan arisan ibu-ibu rumah tangga. Dan ini adalah pertama kalinya aku ikut arisan ibu-ibu rumah tangga. Maklum aku dan suami masih termasuk keluarga muda dan usia pernikahan kami baru berusia 2 tahun. Acara arisan baru akan dimulai pada pukul 16.00 WIB. Saat tiba hari H-nya, rasa malas mulai muncul. Tetapi karena alasan silahturahmi dan ajang perkenalan keluarga kami ke masyarakat, aku paksakan diri untuk tetap ikut arisan. Ini juga agar saya dan suamiku bisa lebih dikenal ke masyarakat luas penduduk Duta Asri 2 Residence. Karena ini untuk kepentingan jangka panjang bukan untuk kepentingan jangka pendek.

Masih kurang 15 menit sebelum acara dimulai, aku menunggu para tetangga terdekat yang akan melintas di depan rumahku. Aku mencoba menoleh ke kiri barangkali ada tetangga yang mau berangkat, tetapi belum ada beberapa orang yang berangkat. Hanya satu orang, Bu Amir yang tampaknya juga lagi tengah menunggu. Sudah lebih dari 15 menit dari acara dimulai, namun belum kelihatan para tetangga dekat mulai berangkat. Hanyalah bu amir yang tampaknya juga masih tengah menunggu di depan mama lala. Aku mikir mereka sedang apa, kenapa bisa begitu lama. Karena belum kelihatan mulai berangkat, maka aku putuskan berangkat sendiri. Sebenarnya aku tidak enak hati berangkat sendiri dan pasti tetangga juga akan bertanya-tanya mengapa aku hanya berangkat sendirian. Tapi karena waktu sudah lebih dari 15 menit, aku pun berangkat sendiri.

Sesampai di depan ibu Sofia, tempat arisan, ternyata sudah banyak yang datang. Melihat aku cuma berangkat sendirian, Ibu Sofia menanyaiku
"Bu, lainnya kemana?"
"Tadi saya liat lagi siap-siap berangkat." jawabku.
Mendengar jawabku, kelihatannya yang lain-lain tenang saja. Tampaknya mereka mengerti kenapa aku datang sendiri. Ada perasaan tidak enak karena aku cuma datang sendiri. Karena untuk ini baru pertama kali diadakan, aku ikuti saja jalannya acara. Dalam arisan itu, aku tidak berharap untuk dapat arisan, karena aku pikir ikut arisan hanya sebagai ajang silahturahmi dan bisa saling mengenal antar warga. Lagipula aku jarang sekali bisa kenalan sama tetangga. Disaat acara sedang berlandung, akhirnya datang juga para tetangga yang tadi aku tunggu dan juga datang pula tetangga dari blok c yang lain. Tampaknya semua warga sudah berkumpul. Di acara arisan, berbagai pendapat pun dikemukakan. Salah satunya usulan untuk mendirikan koperasi simpan pinjam. Tapi tampaknya usulan ini tidak banyak yang setuju. Aku memahami mengapa banyak yang setuju. Setelah dilakukan musyawarah antar anggota arisan, dihasilkan beberapa kesepakatan untuk seluruh anggota arisan.

Acara arisan akhirnya tiba di penghujung acara, yakni kocok kertas, yang bakalan menentukan siapa yang akan dapat arisan. Tidak terpikir olehku bahwa ternyata aku dapat arisan itu. Justru dari awal aku tidak berharap dapat arisan, tetapi kenyataanya aku dapat arisan. Saat aku disebut namanya, aku merasa biasa-biasa saja. Ketika aku menerima hasil arisan, yang aku alami hanya perasaan biasa-biasa saja. Sesuai kesepakatan seluruh anggota bahwa yang dapat arisan, maka akan mendapat giliran ketempatan arisan.

Mendapat kebagian ketempatan arisan malah jadi beban pikiran buatku, karena rumahku belum tepat buat acara arisan warga. Lagipula aku belum ada waktu untuk merenovasi rumahku. Karena aku sibuk bekerja hingga aku tidak punya waktu buat mengawasi renovasi rumah.

Senin, 31 Desember 2012

Pulau Pramuka

Pulau Pramuka merupakan tempat obyek wisata yang baru pertama kali aku kunjungi. Sebuah pulau yang sangat kecil yang dikelilingi laut dan sangat cocok untuk tempat rekreasi. Daerah ini termasuk dalam daerah Kepulauan Seribu. Saya merasa sangat beruntung, karena saya mendapat kesempatan berekreasi ke Pulau Pramuka bersama suami saya dari PT. Asiapart Indotech, tempat suamiku bekerja. Dengan ikut suamiku bersama rombongan kantor, saya bisa mengenal teman-teman suami. Saya sadar posisi saya sehingga saya berusaha untuk menempatkan diri saya. Namun yang lebih penting dari itu semua adalah saya mendapat kesempatan untuk ikut berekreasi dan menikmati pemandangan pulau pramuka bersama suami. Seandainya kami punya anak, tentu saja akan diajak ikut serta. Di Pulau Pramuka, kami mengunjungi tempat penangkaran penyu, ikan paus, pulau Semak Daun, Pulau Karya.

Kami pergi ke Pulau Pramuka dengan naik kapal dari Muara Angke, Pluit, Jakarta Utara. Saya tidak tahu persis jenis kapal apa yang saya naiki.Tapi yang saya lihat dari Dermaga Muara Angke, kapal yang kami naiki adalah jenis kapal sederhana yang biasa buat angkut penumpang. Naik kapal dari Muara Angke ke Pulau Pramuka memakan waktu sekitar 4 (empat) jam perjalanan, jadi cukup lumayan lama. Walau cukup lama, sepertinya tidak sia-sia kalau aku menikmati pemandangan laut dan kapal-kapal yang juga tengah melaut. Saat di kapal, saya memandangi pulau-pulau yang kami lewati. Dan itu cukup menarik. Satu pulau yang membuat saya penasaran adalah Pulau Bidadari dan satu Pulau yang tidak jauh dari Pulau Bidadari, karena disitu terlihat ada sebuah bangunan benteng reruntuhan. Sayang sekali kami tidak mengunjungi kedua pulau tersebut. Karena tujuan kami adalah rekreasi ke Pulau Pramuka.

Ditengah hamparan samudra laut, ada sebuah kapal kecil. Yang membuat saya heran adalah hanya satu orang di kapal tersebut. Saya benar-benar kagum dengan keberanian orang tersebut sendiri melaut di tengah samudra. Seandainya saya berada ditengah laut, saya pasti akan merasa takut. Momen itu saya abadikan ke dalam dokumentasi foto. Karena nilainya cukup menarik untuk di simak dan mengandung nilai keberanian. Nilai itu yang saya tangkap dari momen itu. Mungkin momen orang yang sendirian melaut di tengah samudra bagi orang lain yang naik kapal tidak cukup menarik. Tetapi tidak buat saya. Berada di tengah laut dan menunggu agar segera sampai di Pulau Pramuka membuat saya terkantuk-kantuk. Akhirnya saya pun tertidur dikapal, tapi suamiku malah tidak tertidur. Dia tengah asyik menikmati pemandangan laut.

Setelah sekian jam menunggu, akhirnya sampai juga di Pulau Pramuka. Kapal yang kami naiki berhenti di dermaga lalu semua penumpang turun. Sesampai di dermaga, saya langsung mengamati kondisi air laut di situ, ternyata masih jernih belum ada pencemaran.Dan airnya terlihat sangat bening. Di kawasan dermaga itu saya mendapat sebuah gambaran kondisi pemandangan air bawah laut. Dan tampatnya kawasan dermaga jutga merupakan tempat perlindungan aneka satwa laut, karena disitu ada tulisan "DILARANG MEMANCING". Ketika saya tengah asyik memandangi air laut, terlihat adalah sebuah ubur-ubur.

 Untuk melihat tempat penangkaran penyu, kami cukup berjalan melewati perkampungan, karena letaknya tidak jauh dari tempat kami menginap. Tempat penagkaran penyu pun letaknya juga berada di tepi pantai Pulau Pramuka. Saat kami berjalan ke tempat penangkaran penyu, ternyata juga tengah di bangun Monumen Taman Nasional. Ditempat penangkaran penyu diperlihatkan berbagai jenis penyu-penyu yang dilindungi. Ternyata tidak perlu ke Bali untuk melihat penangkaran penyu. Di Pulau Pramuka dekat Jakarta dan Tangerang, saya bisa melihat penangkaran penyu ditambah lagi lebih murah.

Selain melihat penyu, kami berkesempatan berkunjung ke Pulau Semak Daun dan Pulau Karya. Pulau Semak Daun adalah sebuah pulau yang sangat kecil. Di Pulau Semak Daun, suamiku dan teman-temanya mengadakan acara permainan tarik tambang, dan pemenangnya mendapat hadiah blackberry. Aku hanya bisa menonton acara itu. Selain acara permainan game, semua peserta diberi kesempatan untuk mencoba menyelam. Dan semua ikut serta dalam acara itu, kecuali aku dan beberapa orang luar yang ikut rekreasi. Setelah diajari menyelam, semua peserta diarahkan untuk mencoba menyelam ke laut yang agak dangkal. Aku lihat semua benar-benar antusias dalam acara menyelam tersebut, kecuali aku, karena aku hanya mendampingi suamiku ikut rekreasi saja.

Setelah dari Pulau Semak Daun, kami pun melanjutkan acara berkunjung ke Pulau Karya. Di Pulau Karya tersebut, kami hanya sebentar saja, karena rombongan PT. Asiaparth mau membuat dokumentasi di Pulau Karya, yang nantinya akan dipajang di website PT. Asiaparth Indotech.

Acara terakhir adalah berkunjung ke tempat penangkaran ikan paus. Aku belum pernah dengar ada tempat penangkaran ikan paus. Sebelum masuk ke tempat penangkaran ikan paus, yang terpikir olehku adalah tempat penangkaran ikan paus yang super besar yang nantinya bisa menelan manusia. Tapi setelah aku masuk ke tempat penangkaran ikan paus, justru yang terlihat adalah ikan paus yang bentuknya relatif lebih kecil. Dan saya baru tahu, kalau ada ikan paus dengan ukuran seperti itu.

Semua momen yang saya lewati dan telah saya sampaikan tidak begitu saja saya buang saja. Semua momen saya abadikan ke dalam dokumentasi foto dan Video. Agar bisa menjadi kenang-kenangan saya dan suamiku. Tidak sia-sia juga saya ikut suami pergi ke Pulau Pramuka.  

Jumat, 02 November 2012

Burung Pipit


AKAL DAN BUDI
Seekor burung pipit terbang bebas di udara, melintasi pepohonan dan persawahan. Seolah-olah hendak berkata bahwa ia sangat bangga dengan dirinya yang bisa terbang bebas di udara. Suatu hari si burung pipit terbang melintasi area persawahan, dimana terdapat padi-padi yang berwarna kehijauan tumbuh dengan suburnya. Terbang bebas melintasi persawahan. Tepat di tengah sawah, ada sebuah pematang sawah, dan ada seorang pemuda sedang duduk santai didalamnya. Pemuda tampaknya sedang duduk santai sambil memandangi hijaunya padi di antara persawahan. Burung pipit memandangi sang pemuda itu. Hampir setiap hari, burung pipit selalu melihat sang pemuda itu selalu duduk di pematang sawah. Burung pipit menjadi kasihan pada sang pemuda itu. Kemudian burung pipit hinggap di pundak sang pemuda.
Betapa girangnya si pemuda itu takala ada seekor burung pipit mau hinggap di pundak seorang manusia. Pemuda itu tersenyum senang melihat burung pipit itu, karena ada yang menemaninya menunggu pepadian di persawahan. Burung pipit bertanya pada pemuda itu, “Mengapa kamu tidak punya sayap seperti aku?”. Mendengar pertanyaan itu, pemuda hanya terdiam memandangi burung pipit.Seolah-olah membayangkan betapa enaknya seandainya punya sayap seperti burung pipit. Beberapa saat kemudian pemuda itu menjadi kecewa pada dirinya sendiri yang tidak punya sayap. Burung pipit berkata lagi “Betapa hebatnya aku punya sayap, betapa malangnya kamu tidak seperti aku…”. Mendengar kata-kata burung pipit, pemuda terdiam dan berpikir sejenak. Kemudian pemuda itu menjawab: “Memang kamu seekor burung pipit bisa terbang bebas karena punya sayap, tetapi kamu tidak mempunyai sesuatu yang berharga seperti aku…”. Mendengar jawaban sang pemuda itu, burung pipit menjadi penasaran apa yang di maksud kata-kata pemuda itu. “Sesuatu yang berharga seperti apa, sepertinya tidak ada yang berharga yang bisa kamu banggakan….”. Sang pemuda hanya tersenyum mendengar kata-kata si burung pipit.
“Aku punya akal dan budi”, kata si pemuda itu.
“Apa maksudmu?”, Tanya si burung pipit
Kemudian sang pemuda itu menjawab, “Dengan akal dan budi, aku mempunyai daya cipta, berpikir dan berkreasi sesuai keinginanku….”.
Mendengar penjelasan sang pemuda, burung pipit terdiam dan termenung. Beberapa saat kemudian si burung pipit terbang meninggalkan sang pemuda itu. San pemuda hanya tersenyum memandang kepergian si burung pipit yang terbang begitu saja.


Selasa, 14 Juni 2011

Tips Memilih dan Membeli AC

Sebelum membeli AC pertimbangkan beberapa hal, seperti luas ruangan, daya listrik, dan kapasitas pendingin ruangan AC. Hal ini di maksudkan agar luas ruangan tidak melebihi kapasitas pendingan yang diinginkan sehingga usia pakai dan kinerja umur AC dapat dipertahankan lebih lama. kapasitas pendingin AC harus disesuaikan dengan luas ruangan. Misalnya untuk ukuran ruangan 3 x 3 m, Anda cukup menggunakan AC dengan kapasitas 1/2 PK, bukan 1 PK. Dengan bgitu, Anda bisa lebih menghemat biaya listrik bulanan.

Untuk mengetahui seberapa besar kapasitas AC dapat dilihat pada name plate atau buku pedoman pemilik yang disertakan ketika membeli unit AC. Biasanya name plate tertera pada sisi kanan atau kiri bagian outdoor atau indoor.

Ruangan

(m2)

Kapastas

AC

(PK)

Kapasitas

pendingin

(Btu/Jam)

Daya Listrik

(Watt)

Arus

Listrik

(A)

10

½

5.000 -5.500

400 – 570

1,8 – 2,6

14

¾

7.000 – 7.500

600 – 800

2,7 – 3,6

18

1

8.500 – 9.000

750 – 950

3,4 – 4,3

24

1 ½

12.000

1.100 – 1.300

5,0 – 5,9

36

2

18.000

1.800 – 1.950

8,2 – 8,9

48

2 ½

24.000

2.350 – 2.800

13,2


Informasi yang bisa diperoleh pada name plate antara lain spesifikasi AC, kapasitas pendinginannya (Btu/Jam), daya listrik (watt) yand dibutuhkan, dan informasi lainnya. Atau, tabel di atas bisa dijadikan pedoman ketika Anda akan membeli unit AC.

Selain itu, beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika membeli AC, baik baru maupun bekas sebagai berikut:
  • Dilengkapi dengan garasi purna jual, baik garansi perbaikan maupun toko.
  • Kondisi fisik AC dan komponen-komponen tidak ada yang rusak atau cacat
  • Jika dilengkapi dengan garasi pemasangan, akan lebih mnguntungkan. Sebab, pemasangan oleh pihak lain akan menambah biaya.
  • Pilihlah toko penjual AC yang terpercaya
(Sumber : Merawat dan Memperbaiki AC)

Senin, 07 Juni 2010

Honey - The Wonderful

Honey - The Wonderful

HONEY, a most assimilable carbohydrate compound, is a singularly acceptable, practical and most effective aliment to generate heat, create and replace energy, and furthermore, to form certain tissues. Honey, besides, supplies the organism with substances for the formation of enzymes and other biological ferments to promote oxidation. It has distinct germicidal properties and in this respect greatly differs from milk which is an exceptionally good breeding-ground for bacteria. Honey is a most valuable food, which today is not sufficiently appreciated. Its frequent if not daily use is vitally important.

The universal and natural craving for sweets of some kind proves best that there is a true need for them in the human system. Children, who expend lots of energy, have a real "passion" for sweets. This is really instinct. Proteins will replace and build tissues but it is the function and assignment of carbohydrates to create and replace heat and energy, and to provide what we call Honey, which contains two invert sugars, levulose and dextrose, has many advantages as a food substance. While cane-sugar and starches, as already intimated, must undergo during digestion a process of inversion which changes them into grape and fruit-sugars, in honey this is already accomplished because it has been predigested by the bees, inverted and concentrated. This saves the stomach additional labor. For a healthy human body, which is capable of digesting sugar, the actuality that honey is an already predigested sugar has less importance, but in a case of weak digestion, especially in those who lack invertase and amylase and depend on monosaccarides, it is a different matter and deserves consideration.

The consummation of this predigestive act is accomplished by the enzymes invertase, amylase and catalase, which are produced by the worker bee in such large quantities that they can be found in every part of their bodies. However, there is plenty of it left in honey for our benefit. The remarkable convertive power of these enzymes can be pif oven by a simple experiment. If we add one or two tablespoonful of raw honey to a pint of concentrated solution of sucrose, the mixture will soon be changed into invert sugar. The addition of boiled honey, in which the enzymes have been destroyed, will not accomplish such a change.

The frequent Biblical references to milk and honey demonstrate the importance of these two oldest aliments. Neither, how-ever, is a complet food nor a proper nutriment alone for a long period of time. They are effective only to supplement deficiencies of other food substances.

Milk has many drawbacks. As mentioned, it is an excellent breeding medium for bacteria. The inhabitants of the East quickly sour the milk of cows, goats, sheep, mares and camels and prepare curds and cheese from it, because in warm climates milk cannot be preserved otherwise. Honey, on the other hand, requires little attention and does not deteriorate even in the tropics. Honey has often been given reference over milk. It is not surprising that Van Helmont gave milk the epithet, "brute's food" and suggested bread, boiled in ber and honey, as a substitute. Liebig also recommended a substitute for milk. Honey has many advantages as a staple article of diet to secure optimum nutrition.