Rabu, 17 Juni 2015
Tour Pulau Bali
Rabu, 23 Januari 2013
Saya adalah Orang Indonesia
Jumat, 04 Januari 2013
Akses ke Pulau Pramuka Melalui Tanjung Pasir
Selasa, 01 Januari 2013
Arisan Duta Asri 2 Residence
Senin, 31 Desember 2012
Pulau Pramuka
Kami pergi ke Pulau Pramuka dengan naik kapal dari Muara Angke, Pluit, Jakarta Utara. Saya tidak tahu persis jenis kapal apa yang saya naiki.Tapi yang saya lihat dari Dermaga Muara Angke, kapal yang kami naiki adalah jenis kapal sederhana yang biasa buat angkut penumpang. Naik kapal dari Muara Angke ke Pulau Pramuka memakan waktu sekitar 4 (empat) jam perjalanan, jadi cukup lumayan lama. Walau cukup lama, sepertinya tidak sia-sia kalau aku menikmati pemandangan laut dan kapal-kapal yang juga tengah melaut. Saat di kapal, saya memandangi pulau-pulau yang kami lewati. Dan itu cukup menarik. Satu pulau yang membuat saya penasaran adalah Pulau Bidadari dan satu Pulau yang tidak jauh dari Pulau Bidadari, karena disitu terlihat ada sebuah bangunan benteng reruntuhan. Sayang sekali kami tidak mengunjungi kedua pulau tersebut. Karena tujuan kami adalah rekreasi ke Pulau Pramuka.
Ditengah hamparan samudra laut, ada sebuah kapal kecil. Yang membuat saya heran adalah hanya satu orang di kapal tersebut. Saya benar-benar kagum dengan keberanian orang tersebut sendiri melaut di tengah samudra. Seandainya saya berada ditengah laut, saya pasti akan merasa takut. Momen itu saya abadikan ke dalam dokumentasi foto. Karena nilainya cukup menarik untuk di simak dan mengandung nilai keberanian. Nilai itu yang saya tangkap dari momen itu. Mungkin momen orang yang sendirian melaut di tengah samudra bagi orang lain yang naik kapal tidak cukup menarik. Tetapi tidak buat saya. Berada di tengah laut dan menunggu agar segera sampai di Pulau Pramuka membuat saya terkantuk-kantuk. Akhirnya saya pun tertidur dikapal, tapi suamiku malah tidak tertidur. Dia tengah asyik menikmati pemandangan laut.
Setelah sekian jam menunggu, akhirnya sampai juga di Pulau Pramuka. Kapal yang kami naiki berhenti di dermaga lalu semua penumpang turun. Sesampai di dermaga, saya langsung mengamati kondisi air laut di situ, ternyata masih jernih belum ada pencemaran.Dan airnya terlihat sangat bening. Di kawasan dermaga itu saya mendapat sebuah gambaran kondisi pemandangan air bawah laut. Dan tampatnya kawasan dermaga jutga merupakan tempat perlindungan aneka satwa laut, karena disitu ada tulisan "DILARANG MEMANCING". Ketika saya tengah asyik memandangi air laut, terlihat adalah sebuah ubur-ubur.
Untuk melihat tempat penangkaran penyu, kami cukup berjalan melewati perkampungan, karena letaknya tidak jauh dari tempat kami menginap. Tempat penagkaran penyu pun letaknya juga berada di tepi pantai Pulau Pramuka. Saat kami berjalan ke tempat penangkaran penyu, ternyata juga tengah di bangun Monumen Taman Nasional. Ditempat penangkaran penyu diperlihatkan berbagai jenis penyu-penyu yang dilindungi. Ternyata tidak perlu ke Bali untuk melihat penangkaran penyu. Di Pulau Pramuka dekat Jakarta dan Tangerang, saya bisa melihat penangkaran penyu ditambah lagi lebih murah.
Selain melihat penyu, kami berkesempatan berkunjung ke Pulau Semak Daun dan Pulau Karya. Pulau Semak Daun adalah sebuah pulau yang sangat kecil. Di Pulau Semak Daun, suamiku dan teman-temanya mengadakan acara permainan tarik tambang, dan pemenangnya mendapat hadiah blackberry. Aku hanya bisa menonton acara itu. Selain acara permainan game, semua peserta diberi kesempatan untuk mencoba menyelam. Dan semua ikut serta dalam acara itu, kecuali aku dan beberapa orang luar yang ikut rekreasi. Setelah diajari menyelam, semua peserta diarahkan untuk mencoba menyelam ke laut yang agak dangkal. Aku lihat semua benar-benar antusias dalam acara menyelam tersebut, kecuali aku, karena aku hanya mendampingi suamiku ikut rekreasi saja.
Setelah dari Pulau Semak Daun, kami pun melanjutkan acara berkunjung ke Pulau Karya. Di Pulau Karya tersebut, kami hanya sebentar saja, karena rombongan PT. Asiaparth mau membuat dokumentasi di Pulau Karya, yang nantinya akan dipajang di website PT. Asiaparth Indotech.
Acara terakhir adalah berkunjung ke tempat penangkaran ikan paus. Aku belum pernah dengar ada tempat penangkaran ikan paus. Sebelum masuk ke tempat penangkaran ikan paus, yang terpikir olehku adalah tempat penangkaran ikan paus yang super besar yang nantinya bisa menelan manusia. Tapi setelah aku masuk ke tempat penangkaran ikan paus, justru yang terlihat adalah ikan paus yang bentuknya relatif lebih kecil. Dan saya baru tahu, kalau ada ikan paus dengan ukuran seperti itu.
Semua momen yang saya lewati dan telah saya sampaikan tidak begitu saja saya buang saja. Semua momen saya abadikan ke dalam dokumentasi foto dan Video. Agar bisa menjadi kenang-kenangan saya dan suamiku. Tidak sia-sia juga saya ikut suami pergi ke Pulau Pramuka.
Jumat, 02 November 2012
Burung Pipit
Selasa, 14 Juni 2011
Tips Memilih dan Membeli AC
Untuk mengetahui seberapa besar kapasitas AC dapat dilihat pada name plate atau buku pedoman pemilik yang disertakan ketika membeli unit AC. Biasanya name plate tertera pada sisi kanan atau kiri bagian outdoor atau indoor.
| Ruangan (m2) | Kapastas AC (PK) | Kapasitas pendingin (Btu/Jam) | Daya Listrik (Watt)
| Arus Listrik (A) |
| 10 | ½ | 5.000 -5.500 | 400 – 570 | 1,8 – 2,6 |
| 14 | ¾ | 7.000 – 7.500 | 600 – 800 | 2,7 – 3,6 |
| 18 | 1 | 8.500 – 9.000 | 750 – 950 | 3,4 – 4,3 |
| 24 | 1 ½ | 12.000 | 1.100 – 1.300 | 5,0 – 5,9 |
| 36 | 2 | 18.000 | 1.800 – 1.950 | 8,2 – 8,9 |
| 48 | 2 ½ | 24.000 | 2.350 – 2.800 | 13,2 |
Informasi yang bisa diperoleh pada name plate antara lain spesifikasi AC, kapasitas pendinginannya (Btu/Jam), daya listrik (watt) yand dibutuhkan, dan informasi lainnya. Atau, tabel di atas bisa dijadikan pedoman ketika Anda akan membeli unit AC.
Selain itu, beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika membeli AC, baik baru maupun bekas sebagai berikut:
- Dilengkapi dengan garasi purna jual, baik garansi perbaikan maupun toko.
- Kondisi fisik AC dan komponen-komponen tidak ada yang rusak atau cacat
- Jika dilengkapi dengan garasi pemasangan, akan lebih mnguntungkan. Sebab, pemasangan oleh pihak lain akan menambah biaya.
- Pilihlah toko penjual AC yang terpercaya
Senin, 07 Juni 2010
Honey - The Wonderful
Honey - The Wonderful
HONEY, a most assimilable carbohydrate compound, is a singularly acceptable, practical and most effective aliment to generate heat, create and replace energy, and furthermore, to form certain tissues. Honey, besides, supplies the organism with substances for the formation of enzymes and other biological ferments to promote oxidation. It has distinct germicidal properties and in this respect greatly differs from milk which is an exceptionally good breeding-ground for bacteria. Honey is a most valuable food, which today is not sufficiently appreciated. Its frequent if not daily use is vitally important.
The universal and natural craving for sweets of some kind proves best that there is a true need for them in the human system. Children, who expend lots of energy, have a real "passion" for sweets. This is really instinct. Proteins will replace and build tissues but it is the function and assignment of carbohydrates to create and replace heat and energy, and to provide what we call Honey, which contains two invert sugars, levulose and dextrose, has many advantages as a food substance. While cane-sugar and starches, as already intimated, must undergo during digestion a process of inversion which changes them into grape and fruit-sugars, in honey this is already accomplished because it has been predigested by the bees, inverted and concentrated. This saves the stomach additional labor. For a healthy human body, which is capable of digesting sugar, the actuality that honey is an already predigested sugar has less importance, but in a case of weak digestion, especially in those who lack invertase and amylase and depend on monosaccarides, it is a different matter and deserves consideration.
The consummation of this predigestive act is accomplished by the enzymes invertase, amylase and catalase, which are produced by the worker bee in such large quantities that they can be found in every part of their bodies. However, there is plenty of it left in honey for our benefit. The remarkable convertive power of these enzymes can be pif oven by a simple experiment. If we add one or two tablespoonful of raw honey to a pint of concentrated solution of sucrose, the mixture will soon be changed into invert sugar. The addition of boiled honey, in which the enzymes have been destroyed, will not accomplish such a change.
The frequent Biblical references to milk and honey demonstrate the importance of these two oldest aliments. Neither, how-ever, is a complet food nor a proper nutriment alone for a long period of time. They are effective only to supplement deficiencies of other food substances.