Jumat, 02 November 2012

Burung Pipit


AKAL DAN BUDI
Seekor burung pipit terbang bebas di udara, melintasi pepohonan dan persawahan. Seolah-olah hendak berkata bahwa ia sangat bangga dengan dirinya yang bisa terbang bebas di udara. Suatu hari si burung pipit terbang melintasi area persawahan, dimana terdapat padi-padi yang berwarna kehijauan tumbuh dengan suburnya. Terbang bebas melintasi persawahan. Tepat di tengah sawah, ada sebuah pematang sawah, dan ada seorang pemuda sedang duduk santai didalamnya. Pemuda tampaknya sedang duduk santai sambil memandangi hijaunya padi di antara persawahan. Burung pipit memandangi sang pemuda itu. Hampir setiap hari, burung pipit selalu melihat sang pemuda itu selalu duduk di pematang sawah. Burung pipit menjadi kasihan pada sang pemuda itu. Kemudian burung pipit hinggap di pundak sang pemuda.
Betapa girangnya si pemuda itu takala ada seekor burung pipit mau hinggap di pundak seorang manusia. Pemuda itu tersenyum senang melihat burung pipit itu, karena ada yang menemaninya menunggu pepadian di persawahan. Burung pipit bertanya pada pemuda itu, “Mengapa kamu tidak punya sayap seperti aku?”. Mendengar pertanyaan itu, pemuda hanya terdiam memandangi burung pipit.Seolah-olah membayangkan betapa enaknya seandainya punya sayap seperti burung pipit. Beberapa saat kemudian pemuda itu menjadi kecewa pada dirinya sendiri yang tidak punya sayap. Burung pipit berkata lagi “Betapa hebatnya aku punya sayap, betapa malangnya kamu tidak seperti aku…”. Mendengar kata-kata burung pipit, pemuda terdiam dan berpikir sejenak. Kemudian pemuda itu menjawab: “Memang kamu seekor burung pipit bisa terbang bebas karena punya sayap, tetapi kamu tidak mempunyai sesuatu yang berharga seperti aku…”. Mendengar jawaban sang pemuda itu, burung pipit menjadi penasaran apa yang di maksud kata-kata pemuda itu. “Sesuatu yang berharga seperti apa, sepertinya tidak ada yang berharga yang bisa kamu banggakan….”. Sang pemuda hanya tersenyum mendengar kata-kata si burung pipit.
“Aku punya akal dan budi”, kata si pemuda itu.
“Apa maksudmu?”, Tanya si burung pipit
Kemudian sang pemuda itu menjawab, “Dengan akal dan budi, aku mempunyai daya cipta, berpikir dan berkreasi sesuai keinginanku….”.
Mendengar penjelasan sang pemuda, burung pipit terdiam dan termenung. Beberapa saat kemudian si burung pipit terbang meninggalkan sang pemuda itu. San pemuda hanya tersenyum memandang kepergian si burung pipit yang terbang begitu saja.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar